Asap Belum Hilang, Kebakaran TPA Jatiwaringin Bikin 157 Warga Tangerang Terserang ISPA

Tangerang, Bincang.id – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, belum juga berhasil dipadamkan hingga Jumat (3/7/2026). Memasuki hari keempat sejak pertama kali terbakar pada Selasa (30/6), asap tebal masih terus mengepul dan menyelimuti permukiman warga di sekitar lokasi.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Sedikitnya 157 warga dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran. Balita, ibu hamil, hingga lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan mayoritas pasien yang datang ke posko kesehatan mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap dari lokasi kebakaran.
“Yang sudah kita periksa sejak Selasa malam lebih kurang 154 orang. Mayoritas itu penyakit ISPA,” kata Hendra saat meninjau penanganan warga terdampak di sekitar TPA Jatiwaringin. Ia juga menyebut sebagian besar pasien berasal dari kelompok balita dan ibu hamil.
Hendra mengungkapkan, Dinas Kesehatan telah menyiagakan empat hingga lima posko kesehatan di sekitar lokasi kebakaran serta menerjunkan sedikitnya 25 tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak.
“Tadi kebetulan ada satu kasus ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit karena selain hamil juga mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.
Di lapangan, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, hingga relawan masih berjibaku memadamkan api yang terus muncul di sejumlah titik tumpukan sampah. Kondisi material sampah yang mudah terbakar dan panas yang tersimpan di dalam timbunan membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit.
Pemerintah daerah juga memperkuat penanganan melalui operasi pemadaman dari udara atau water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam dari jalur darat.
Sementara itu, Andra Soni yang meninjau langsung lokasi kebakaran pada Kamis (2/7) meminta seluruh pihak bergerak lebih cepat agar kebakaran segera terkendali dan dampaknya tidak semakin meluas ke permukiman warga.
“Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Penanganan kebakaran harus dipercepat dan layanan kesehatan bagi warga terdampak harus dipastikan berjalan optimal,” tegas Andra Soni saat melakukan peninjauan di lokasi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat, terutama balita, ibu hamil, dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker selama asap masih menyelimuti kawasan sekitar TPA. Warga yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Report: Akbar




