Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 1,19 Persen ke Level 5.986, Saham Perbankan Jadi Penopang

Jakarta, Bincang.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (7/7/2026) di zona hijau. Indeks ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,49, didorong oleh menguatnya mayoritas sektor saham, terutama saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi sepanjang hari mencapai Rp10,18 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 21,90 miliar saham yang ditransaksikan melalui 1,66 juta kali transaksi.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang 5.890 hingga 5.987, sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi harian. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 1,78 persen ke posisi 594,91, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Saham sektor perbankan menjadi motor utama penguatan indeks. Berdasarkan nilai transaksi (top value), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi mencapai Rp1,14 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan transaksi Rp749,70 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp727,12 miliar.

Di jajaran saham dengan penguatan tertinggi (top gainers), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memimpin setelah melonjak 34,91 persen atau naik 37 poin ke level 143. Sementara itu, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menjadi saham dengan pelemahan terdalam (top losers) setelah terkoreksi 12,80 persen atau turun 42 poin ke posisi 286.

Penguatan IHSG pada perdagangan kali ini mencerminkan meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Kondisi tersebut juga menunjukkan sentimen pasar yang relatif positif terhadap prospek ekonomi domestik di tengah dinamika pasar keuangan global.

Pelaku pasar kini akan mencermati sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, termasuk perkembangan nilai tukar rupiah dan sentimen global yang diperkirakan masih menjadi faktor penentu arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

Berdasarkan sejumlah proyeksi analis, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Namun, peluang untuk melanjutkan tren penguatan tetap terbuka apabila sentimen positif di pasar domestik mampu bertahan.

Report: Bima

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker